1. ANAK-ANAK DAN KELAINAN BAHASA
A. Pengertian Kelainan Bahasa pada Anak
Kelainan
bahasa adalah gangguan dalam pemahaman atau produksi bahasa yang dapat
memengaruhi komunikasi anak secara signifikan. Gangguan ini dapat bersifat
bawaan atau didapat karena faktor eksternal.
B. Jenis-Jenis Kelainan Bahasa pada Anak
- Gangguan Bahasa Ekspresif – Kesulitan dalam
mengekspresikan pikiran melalui kata-kata.
- Gangguan Bahasa Reseptif – Kesulitan dalam memahami
bahasa yang didengar atau dibaca.
- Disleksia – Kesulitan membaca dan
memahami teks tertulis.
- Dispraksia Verbal – Gangguan dalam koordinasi
otot yang memengaruhi produksi suara.
- Afasia Anak – Kehilangan kemampuan
berbahasa akibat cedera otak atau gangguan neurologis.
2. PENYEBAB TERJADINYA KELAINAN BAHASA
A. Faktor Biologis
- Kelainan Neurologis – Kerusakan atau disfungsi
otak yang memengaruhi bahasa.
- Genetika – Riwayat keluarga dengan
gangguan bahasa dapat meningkatkan risiko.
- Gangguan Pendengaran – Kesulitan mendengar dapat
menghambat pemerolehan bahasa.
B. Faktor Lingkungan
- Kurangnya Stimulasi Bahasa – Minimnya interaksi verbal
dapat memperlambat perkembangan bahasa.
- Pola Asuh yang Tidak Mendukung – Kurangnya komunikasi efektif
dalam keluarga.
- Paparan Bahasa yang Tidak
Konsisten – Anak
yang sering berpindah bahasa tanpa bimbingan dapat mengalami keterlambatan
bahasa.
C. Faktor Psikologis
- Gangguan Emosional – Stres dan trauma dapat
memengaruhi kemampuan berkomunikasi.
- Kurangnya Kepercayaan Diri – Anak dengan kecemasan sosial
cenderung enggan berbicara.
3. PEMBELAJARAN BAGI ANAK DENGAN KELAINAN BAHASA
A. Prinsip Dasar Pembelajaran untuk Anak dengan
Gangguan Bahasa
- Pendekatan Individual – Menyesuaikan strategi
pengajaran dengan kebutuhan spesifik anak.
- Stimulasi Berulang dan
Konsisten –
Menggunakan pengulangan untuk memperkuat pemahaman bahasa.
- Pendekatan Multisensori – Menggunakan kombinasi
visual, auditori, dan kinestetik dalam pembelajaran.
B. Metode Intervensi dalam Pembelajaran
- Terapi Wicara dan Bahasa – Bimbingan langsung oleh
terapis untuk meningkatkan kemampuan berbicara.
- Pendekatan Total Communication – Menggunakan isyarat, gambar,
dan tulisan sebagai alat bantu komunikasi.
- Model Pembelajaran Berbasis
Bermain –
Menggunakan permainan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi anak.
- Teknik Pemodelan Bahasa – Orang tua dan guru
memberikan contoh bahasa yang benar secara terus-menerus.
C. Peran Guru dan Orang Tua
- Guru – Menyesuaikan metode
pengajaran dan memberikan dukungan emosional.
- Orang Tua – Meningkatkan stimulasi
bahasa di rumah dan membangun kepercayaan diri anak.
- Kolaborasi dengan Ahli – Bekerja sama dengan terapis
bahasa dan psikolog anak untuk intervensi yang lebih efektif.
Kesimpulan
Pada
pertemuan ini, mahasiswa memahami jenis-jenis gangguan bahasa pada anak,
penyebabnya, serta strategi intervensi yang dapat diterapkan dalam
pembelajaran. Pemahaman ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang
inklusif bagi anak dengan kebutuhan khusus.
Tugas:
- Bacalah artikel tentang
"Intervensi Dini dalam Gangguan Bahasa pada Anak."
- Tuliskan ringkasan (1 halaman)
mengenai metode yang efektif dalam membantu anak dengan gangguan bahasa.
Selamat
belajar dan tetap semangat!
1.
Nasir,
Aco. (2022). Psikolinguistik.
CV. Karya Bakti Makmur Indonesia.
2.
Nasir,
Aco. (2024). Psikolinguistik
(Memahami Dasar Psikolinguistik). CV. Cemerlang Publishing.
3.
Nasir,
Aco. (2024). Linguistik
Terapan. CV. Cemerlang Publishing.
Chaer, Abdul. (2002). Psikolinguistik:
Kajian Teoretik. Jakarta: PT. Rineka Cipta